Desember 2010


Bertempat di Gedung TPQ Desa Maduran, tepat di arah timur Kantor MWC NU Maduran, Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Maduran melaksanakan kegiatan pelantikan dan rapat kerja 1 untuk masa khidmat 2010-2012.

Kegiatan yang berlangusng pada hari sabtu tanggal 27 Nopember 2010, dihadiri oleh undangan diantaranya dari unsur Penugurus MWC NU Maduran, Muslimat NU, Fatayat NU, Anshor NU, juga dari kader-kader IPNU-IPPNU baik dari Pimpinan Ranting maupun Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU sekecamatan Maduran.

Ketua dan sekretaris Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Lamongan hadir secara langsung untuk melantik pengurus PAC. IPNU-IPPNU Maduran.

“kami mengajak seluruh rekan dan rekanita untuk bersama-sama belajar dan berjuang melalui organisasi IPNU-IPPNU di kecamatan Maduran” ujar ketua PAC IPNU Maduran Rekan Jawahirul Mawahib dalam sambutannya.

Usai kegiatan pelantikan, para pengurus melaksanakan kegiatan rapat kerja. Kegiatan ini sengaja ditempatkan pada lokasi yang berbeda yakni di Sunan Prapen Kalanganyar Karanggeneng. “hal ini dimaksudkan untuk menambah semangat rekan dan rekanita dalam mengikuti kegiatan” ujar rekanita Siti Urifah selaku ketua PAC IPPNU Maduran.

Adapaun sebelum kegiatan rapat kerja, seluruh pengurus baru tersebut mendapatkan materi tembahan tentang Orientasi Pimpinan dan Up Gradding dengan nara sumber dari Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Lamongan. (Afa).

Rabu, 15 Desember 2010 07:09 Bogor, NU Online
Pondok pesantren mampu dan harus optimistis menjadi pelopor upaya membangun peradaban Islam di Indonesia. Dunia pesantren tidak boleh fokus pada pendidikan formal saja tetapi selain pendidikan, penting ditekankan pengajaran, penugasan, pembiasaan, pengawalan, pelatihan dan teladan di berbagai lini kehidupan. Sehingga santri mengerti arti dan tujuan hidup.

“Pertanyaannya apa bisa? Bisa dan harus bisa. Pesantren tak hanya didik skil tapi mendidik hidup,” tutur KH Abdullah Syukri Zarkasyi Pimpinan Pondok Modern Darussalam, Gontor dalam Rountable Discussion dengan tema “Pesantren Sebagai Pusat Peradaban,” di Bogor, Selasa (14/12).

Syukri mengemukakan live skill diajarkan kepada para pendidik terlebih dahulu sebelum ditujukan ke para santri. Sebab, karakter, akhlak, dan moral sulit dibentuk tanpa mempertimbangkan beberapa hal tersebut.

“Jika karakter sudah terbentuk melalui proses dan prosedur dasar tadi maka bisa diarahkan dan diberdayakan untuk penguatan ekonomi, sosial dan politik. Di saat bersamaan, pontren perlu melakukan sinkronisasi dan membangun jaringan kerja dengan lembaga-lembaga lain,” tuturnya.

Selain itu, perhatian dan keterlibatan pemerintah terhadap dunia pontren perlu terus ditingkatkan. Termasuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis pontren karena pontren memiliki kekuatan dahsyat berupa jumlah santri yang bisa mencapai 4000 santri. “Meski ekonomi proteksi yang penting kemandirian, bukan keuntungan,” tutur dia.

Lebih lanjut, Syukri mengemukakan, diakui tidak semua pontren mampunyai kualitas bagus. Berdasarkan pengamatannya dari 16 pontren cabang dan 211 pontren alumni Gontor, sebagian didapati kurang berkualitas. (ful)

PEMERINTAH terus mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM) dengan fokus pada pengembangan wirausaha, pemahaman manajemen, dan mempermudah akses permodalan. Salah satu targetnya ialah pembinaan pengusaha pemula, khususnya mahasiswa dan fresh graduate.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan hal itu saat membuka gelaran Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Expo 2010 dan Creative Entrepreneur Summit 2010 di Jakarta, akhir pekan lalu. “Diperlukan kerja sama lima kementerian untuk mencapai target tersebut,” kata dia.

Menurut Hatta, perkembangan industri UKM meningkat cukup pesat belakangan ini. Karena itu, tidak berlebihan bila pemerintah mengandalkan UKM sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

Pada kesempatan sama. Menteri Koperasi dan UKM Syariefuddin Hasan mengatakan hasil pemberdayaan sektor UKM selama ini bisa dilihat dari produk-produk yang telah dihasilkan. “Berbagai produk

UKM tidak kalah dengan barang impor. Seharusnya ini yang memenuhi pusat-pusat perbelanjaan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila wirausaha mempunyai kesulitan permodalan, mereka bisa meminta bantuan modal ke Kementerian Koperasi dan UKM. “Proposal yang menarik dan memenuhi standar akan diberi modal usaha berdasarkan prospek bisnisnya,” jelas Syariefuddin.

Sementara itu, terkait dengan kredit usaha rakyat (KUR), Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, saat ini penyerapan KUR telah mencapai Rpl3,172 triliun. “Ini melampaui target bawah Rpl3,l triliun yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010,” kata Mustafa di Bogor, Sabtu (4/12).la menambahkan, hingga 2 Desember 2010, sudah banyak bank yang menyalurkan KUR di atas 50%. Di antaranya BRI sebesar Rp8,372 triliun (97,2%), Bank Mandiri Rpl,423 triliun (77,1%), BTN Rp588 miliar (84,0%), Bank Bukopin Rpl78 miliar (89,2%), dan Bank Syariah Mandiri Rp326 miliar (72,4%).

Sumber : Media Indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.