Juni 2011
Arsip Bulanan
Juni 11, 2011
Posted by pelajarnulamongan under
Home Leave a Comment
Jakarta, NU Online
Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) A. Saifuddin mengatakan, prestasi siswa madrasah pada Ujian Nasional (UN) tahun 2011 secara nasional mengalami peningkatan secara signifikan. Bahkan prestasi UN Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik negeri maupun swasta melampaui target yang diharapkan.
“Prestasi UN jauh meningkat, melebihi target,” kata Saifuddin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/6). Hasil kelulusan Madrasah Tsanawiyah ditargetkan 97 persen, ternyata 99 persen siswa madrasah yang lulus.
“Dari jumlah 189.668 peserta UN MTs Negeri, hanya 656 siswa atau 0,346 persen yang tidak lulus. Sedangkan 575.265 peserta UN MTs Swasta, yang tidak lulus 1808 peserta atau 0,32 persen,” jelas Saifuddin.
Ditanya pemicu peningkatan prestasi tersebut, Saifuddin mengatakan, hasil yang dicapai ini berkat kerjasama semua pihak untuk mengoptimalisasi prestasi madrasah. “Kita genjot, optimalisasi mdrasah, sekarang kita memetik buahnya,” ujarnya.
Prestasi madrasah yang juga membanggakan, lanjut dia, seperti yang dicapai MTsN Model Padang. Madrasah ini meraih penghargaan lingkungan hidup Adiwiyata Nasional 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup. “Ini juga prestasi yang membanggakan. Kalau sebelumnya madrasah dipandang satu mata kini tidak,” pungkasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Sumber : Kementerian Agama RI
Juni 11, 2011
Posted by pelajarnulamongan under
Home Leave a Comment
Jakarta – Beasiswa Bidik Misi yang diberikan Kementerian Pendidikan Nasional diduga banyak yang salah sasaran. Bea siswa yang mestinya untuk anak orang tidak mampu, ternyata justru diterima oleh calon mahasiswa dari keluarga mampu. Karena itu, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal meminta kepada setiap perguruan tinggi untuk mengevaluasi kembali apakah beasiswa tersebut benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan. Dia mewanti-wanti agar jangan sampai anak-anak miskin tidak mendapat kesempatan kuliah, karena Bidik Misi yang salah sasaran. “Kalau memang tidak pantas ya (beasiswa Bidik Misi) jangan diberikan, perguruan tinggi harus mencari lagi yang berhak menerima,” ujar Wamendiknas seusai menghadiri dialog dengan pakar pendidikan tinggi Bank Dunia, di Gedung D Kemdiknas, Rabu (8/06). Penerima beasiswa Bidik Misi diutamakan dari jalur undangan. Kalau dari jalur undangan belum mencukupi kuota, baru akan dicari lewat jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN). Jika semua jalur telah ditempuh, namun jumlah penerima masih belum mencukupi kuota, Fasli meminta agar perguruan tinggi tidak memaksakan diri. “Kalau memang yang berhak menerima sudah didapatkan semua, tapi kuotanya masih berlebih, ya biarkan saja. Uangnya akan dikembalikan ke kas negara, daripada dipaksa untuk diberikan kepada yang kaya,” ujarnya. (aline)
Juni 6, 2011
Posted by pelajarnulamongan under
Home Leave a Comment
Jakarta, NU Online
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Nazaruddin Umar mengatakan, pendiri Nadhlatul Ulama, KH Abdul Wahid Hasyim telah menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Nazaruddin Umar mengemukakan hal itu usai menghadiri Tabliq Akbar Peringatan Satu Abad Kelahiran Abdul Wahid Hasyim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis.
“Wahid Hasyim telah meletakkan dasar integritas membangun negara yang berideologi kebangsaan, bukan agama. Pancasila itu sudah Islam, Islam yang berkeindonesia sudah Jadi gagasannya,” kata Nazarudddin Umar.
Wahid Hasyim, katanya, merupakan tokoh multidimensi yang mampu melahirkan dan meletakkan dasar-dasar pembangunan bagi bangsa ini bersama Sukarno, M Hatta, Syahrir dan lain sebagainya.
“Beliau adalah tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, politisi, pemikir dan memiliki kepribadian luar biasa. Kita akan bangkitkan spririt beliau, menularkan prestasi beliau kepada seluruh masyarakat,” kata Nazaruddin.
Di mata Nazaruddin, Wahid Hasyim merupakan seorang anak manusia yang memiliki kemampuan luar biasa karena bisa disejajarkan dengan tokoh lain dalam usia yang kurang dari 40 tahun.
Ia, lanjut Nazaruddin, keteladanan ayah KH Abdurrahman Wahid juga diberikan kepada keluarganya, dimana anak cucunya merupakan tokoh-tokoh besar bangsa ini.
“Keteladanan Wahid Hasyim diwariskan terhadap keluarganya. Anak cucunya banyak yang berhasil dan pernah memegang posisi kunci di negeri ini. Keluarga Hasyim akan jadi salah satu bagian tak terpisahkan dari negeri ini,” kata Nazaruddin.
Mantan Menteri Agama Mahfuh Basyuni mengatakan, adanya Kementerian Agama merupakan hasil pemikiran dari Wahid Hasyim.
“Kemenag adalah jembatan untuk menghubungkan kaum demokrat dan agama, menyatukan perbedaan umat di tanah air,” kata Maftuh.
Sementara itu, putri KH Abdul Wahid Hasyim, Aisyah Hamid Baidlowi Wahid mengatakan, pemikiran dan ide-ide dari mantan Menteri Agama itu masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
“Bahkan perlu dicontoh dan menggali pemikirannya secara mendalam. Tokoh-tokoh sekarang ini perlu bercermin pada keteladanan beliau sebab saat ini lebih bersifat nafsi-nafsi (sendiri-sendiri), tidak berpikir kedepan. Tokoh-tokoh sekarang perlu belajar,” kata Aisyah
Sebagai contoh, kata dia, keberadaan Pondok Pesantren sekarang ini mampu menjadi benteng pertahanan yang ampuh terhadap imperialisme budaya yang begitu kuat menghegemoni kehidupan masyarakat khususnya di perkotaan.
“Pesantren tetap menjadi pelabuhan bagi generasi muda agar tidak terseret dalam arus modernisme yang menjebak dalam kehampaan spritual,” kata Aisyah.
Ia menambahkan, tokoh-tokoh bangsa saat ini banyak yang tidak menjalankan ide dan gagasan yang telah diletakkan oleh KH Wahid Hasyim.
“Beliau adalah salah satu pengagas Pancasila namun saat ini Pancasila sendiri tak dijalankan dengan baik, tidak menjadikan Pancasila sebagai pedoman. Saya prihatin karena sebagai penggagas Pancasila, banyak yang tidak dijalankan,” ujarnya.
Tabliq Akbar Satu Abad Kelahiran KH Abdul Wahid Hasyim di Mesjid At-Tin dihadiri ribuan umat Muslim se-Jabodetabek.
Peringatan Satu Abad Kelahiran KH Abdul Wahid Hasyim tersebut juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dua orang mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Tolhah Hasan, Dirjen Binmas Kementerian Agama Nazaruddin Umar, istri KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur, Shinta Nuriyah, Aisyah Hamid Baidlowi, Umar Wahid, Salahuddin Wahid atau Gus Solah, Lily Wahid.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Juni 6, 2011
Posted by pelajarnulamongan under
Home Leave a Comment
NU Online,
Membaca shalawat adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, disamping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “Nariyah”, ada “Thibbi Qulub”. Ada shalawat “Tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cita-cita kepada Rasulullah sekaligus ibadah.
Salah satu hadits yang membuat kita rajin membaca shalawat ialah: Rasulullah bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.
Salah satu shalawat yang sangat popular ialah “Shalawat Badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara dimana dan kapan saja “Shalawat Badar” selalu dilantunkan bersama-sama.
Shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.
Salah satu shalawat lain yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurtubiyah, yang disebut orang Maroko shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak apa yang tidak disuka, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah. Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam.
Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rejekinya tidak akan putus, disamping mendapatkan pangkat/kedudukan dan tingkatan orang kaya. (Khaziyat al-Asrar, hlm 179)
Simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:
وَأخْرَجَ ابْنُ مُنْذَة عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنهُ أنّهُ قال قال َرسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: مَنْ صَلّى عَلَيَّ كُلّ يَوْمٍ مِئَة مَرّةٍ – وَفِيْ رِوَايَةٍ – مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي اليَوْمِ مِئَة مَرّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِئَة حَجَّةٍ – سَبْعِيْنَ مِنْهَا في الأخِرَةِ وَثَلاثِيْنَ فِي الدُّنْيَا – إلى أنْ قال – وَرُوِيَ أن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عليه وسلم قال : اكْثَرُوا مِنَ الصَّلاةِ عَلَيَّ فَإنّهَا تَحِلُّ اْلعَقْدَ وَتَفْرجُ الكُرَبَ – كَذَا فِيْ النزهَةِ
Hadits Ibnu Mundah dari Jabir, ia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia. Sampai kata-kata … dan hadits Rasulullah yang mengatakan: Perbanyaklah shalawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah.
Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku; jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. (Hadits riwayat Al-hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab shalawat ‘ala an-Nabi).
Imam Haitami dalam kitab Majma’ az-Zawaid meyakini bahwa hadits di atas adalah shahih. Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya (istighfar) di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa Rasul untuk umatnya pasti bermanfaat.
Ada lagi hadits lain. Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu. (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)
KH Munawwir Abdul Fattah
Pengasuh Pesantren Krapyak, Yogyakarta
Juni 6, 2011
Posted by pelajarnulamongan under
Home Leave a Comment
NU Online
Pesantren adalah lembaga proses, pencetak kader-kader ulama, bukan mencetak kader siap perang yang tidak membawa misi kasih sayang (rahmatallil alamin) sebagaimana “pesantren-pesantren kilat”
Hal ini disampaikan oleh KH Masruri Mughni, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Dua Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes dalam sambutan pada rangkaian kegiatan hataman kitab Imriti dan Alfiyah MMA Pondok Pesantren Al-Hikmah Dua Desa Benda Kecamatan Sirampog, Brebes, Kamis (2/6).
“Saat ini kita memasuki zaman kemasan dan serba instan, dimana zaman ini lebih menampakkan keapikan bungkusan luar ketimbang manfaat isi dari bungkusan tersebut. perlu dipahami bahwa pesantren bukanlah lembaga instan yang memoles bungkus luarnya tetapi isinya tidak diperhatikan,” kata Kiai Masruri Mughni yang juga rais syuriyah PWNU Jawa Tengah ini.
Ditambahkannya bawha ciri khusus sebuah pesantren NU adalah pendidikan seperti Mualimin/Mualimat yang memiliki kedalaman dalam pengajaran materi-materi keagamaan.