Aktifitas


Lamongan, pelajarnuOnline
IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan sebagai organisasi yang concern dalam dunia kepalajaran dan pendidikan menyelenggarakan try out ujian nasional 2010 bekerjasama dengan lembaga pendidikan primagama guna membantu pelajar SMA/MA untuk sukses dalam Ujian tersebut.

Kegiatan diadakan pada Ahad (17/1) kemarin di aula Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran, yang diikuti oleh 300 peserta, terdiri dari perwakilan SMA/MA di Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelajar dalam mengasah kemampuan dan potensi diri dalam menghadapi Ujian Nasional SMA/MA tahun 2010, dan memberikan rumusan pada pelajar tentang cara cepat dan tepat dalam mengerjakan Unas.

“Hampir bisa dipastikan, peningkatan standar kelulusan ujian nasional akan mendorong peningkatan kecemasan banyak pihak. Ancaman tidak lulus kian jadi momok, siswa, orang tua, guru dan kepala sekolah akan mengalami tekanan psikologis yang semakin besar,” kata Ketua PC IPNU Lamongan Imam Fadlli etrkait penyelenggaraan kegiatan ini.

Kegiatan ini bertema “Mengasah Potensi,Mengukir Prestasi”. Mata pelajaran yang di jadikan bahan try out terdiri dari 2 jurusan yakni Jurusan IPA dan IPS.

Selain mengikuti try out peserta juga mendapatkan materi tentang metode ”smart solution” dalam menjawab soal-soal yang di ujikan dalam ujuan nasional, dengan narasumber dari lembaga pendidikan Primagama. (nam)

Peserta DIklatLamongan, IPNU-IPPNU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lamongan menggelar diklat Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan pada 4 hingga 6 Oktober 2009 kemarin, bertempat di Waduk Gondang Sugio Lamongan

Kegiatan ini dilakukan oleh Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Kepanduan Putri (KKP) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) dengan mengambil spesifikasi di bidang Serach and rescue (SAR) dan Kepalangmerahan.

Menurut Ketua PC IPNU Lamongan Imam Fadli mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang Kepalangmerahan dan bencana alam. Para peserta juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan sumber daya manusia alam dan lingkungan, serta berpartisipasi dalam terlaksananya pendampingan dan penguatan masyarakat.

Dalam rilis yang diterima NU Online, diklat ini diikuti 50 peserta terdiri dari utusan 2 putra dan 2 putri dari Pimpinan Anak Cabang (tingkat kecamatan) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan.

Materi yang disajikan berupa pembalutan dan pembidaian, anatomi dan faal tubuh dasar, pengetahuan obat-obatan dan kesehatan lapangan, survival dan navigasi, pendarahan dan syok, dengan narasumber dari Taruna Siaga Bencana Kabupaten Lamongan, KSR-PMI Lamongan dan Tim Penanggulangan Bencana Nahdlatul Ulama.

Pada akhir acara peserta juga melakukan aksi peduli bencana gempa Padang di sekitar lokasi wisata Waduk Gondang dengan mengumpulkan dana untuk disalurkan ke para korban bencana alam tersebut. (imf)

Dalam rangka mengembangkan potensi spiritual dan motivasi bagi para pelajar agar sukses mengembangkan potensi diri. PC. IPNU-IPPNU Kab. Lamongan sebagai salah satu organ yang concern terhadap dunia pendidikan dan kepelajaran menggelar training motivasi pada hari Kamis (2/4) bertempat di Aula PCNU Lamongan Lt.3. Acara ini diikuti para pelajar SMA/MA/SMK se-Kab. Lamongan dengan jumlah 100 siswa

Ketua PC. IPPNU Kab. Lamongan Nur Aini mengatakan acara ini diselenggarakan agar para pelajar dalam mengelola dan mengelola dan mengoptimalkan Intelegency Question (IQ), Emosional Question (EQ), dan Spiritual Question (SQ)  yang semuanya akan bermuara dalam keberhasilan dalam belajar.

“Kita berharap pelatihan ini manjadi pendorong kesuksesan dalam ujian, baik ujian semester maupun ujian nasional,” katanya.

Ditambahkannya, training ini juga bermanfaat dalam mengoptimalkan tiga dimensi yang meliputi etos belajar keras, cerdas dan ikhlas.

Pada kesempatan tersebut, training dipandu oleh tim trainer dari Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya yang telah berpengalaman melakukan training ribuan guru dan pelajar di Indonesia, seperti Dr Hamy Wahyunianto dan Drs Misbahul Munir.

Materi yang dipelajari meliputi memaknai sukses secara Islami, menyadari eksistensi diri, syukur nikmat, goal setting (cerdas merencanakan dan mengelola kehidupan), speed reading dan super memory system.

Misbah dalam paparannya menjelaskan otak manusia terdiri dari ribuan sel yang bisa menghafal jutaan kalimat, maka pelajar harus bisa mengoptimalkan dan mensinergikan antara otak kanan dan otak kiri.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta dari MA NU Mazra’tul Ulum Paciran, Firhat mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelajar karena bisa memberikan motivasi yang luar biasa untuk meraih kesuksesan dalam belajar. (mad)

img_0920

20 Terbaik Peserta Lomba Menulis Artikel
SMA/MA/SMK Se-Kab. Lamongan
berpose bersama Ketua PC. IPNU Kab. Lamongan

Lamongan- Guna mencetak kader-kader pelatih yang handal dan profesional Pimpinan Cabang IPNU & IPPNU Kab. Lamongan menggelar Latihan Pelatih (Latpel) pada 25-28 Desember 2008 di Pondok Pesantren Raudlotut Thullab Sendangduwur Paciran.

Acara ini diikuti oleh 48 Kader IPNU & IPPNU yang terdiri dari perwakilan 20 Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se-Kab. Lamongan. Menurut ketua PC. IPNU Kab. Lamongan, Imam Fadlli, kegiatan ini diselenggarakan guna memunculkan kader-kader pelatih yang kapabel dan kompeten, sehingga bisa mengawal proses kaderisasi di IPNU-IPPNU dengan baik. Lebih lanjut kader IPNU Paciran ini menambahkan bahwa sebaik apapun modul pengkaderan yang dimiliki IPNU & IPPNU tanpa di dukung tim pelatih dan tim fasilitator yang handal, maka output kaderpun tidak akan sesuai harapan. “Kedepan pasca pelatihan ini, semua alumni-alumninya akan kami berdayakan dalam forum Tim Fasilitator Cabang sehingga bisa memfasilitasi tahapan kaderisasi di IPNU & IPPNU baik Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Latihan Kader Muda (Lakmud), Masa Orientasi Pelajar (MOP) maupun pelatihan-pelatihan yang lain.

Kegiatan yang mengambil tema selangkah menuju pelatih yang profesional, kapabel dan berakhlakul karimah ini dibuka langsung oleh Ketua PCNU Kab. Lamongan, KH. Abdullah Maun. Dalam sambutannya, Abah Maun, demikian akrab disapa menjelaskan bahwa sudah saatnya IPNU-IPPNU memiliki pelatih dan dan fasilitator pengkaderan yang handal sebab jenjang pertama kaderisasi yang harus dilalui oleh kader NU adalah melalui IPNU-IPPNU. “Tidak menjamin orang NU yang lulus S1, S2 bahkan S3 akan menjadi kader NU kalau tanpa melalui tahapan kaderisasi yang ada” Imbuhnya. Menurutnya NU sangat membutuhkan kader yang bisa bekerja bukan hanya yang pandai bicara.

Materi-materi pelatihan ini antara lain, penguatan ideologi meliputi Aswaja, Ke-NU-an dan Ke- IPNU & IPPNU-an, sedangkan materi pengembangan kepelatihan antara lain Falsafah pelatihan, Metodologi dan Media Pelatihan, Bermain dan Belajar, Psykologi Pelatihan dan lain-lain.

Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah KH. Zubair Umar (Mustasyar PCNU), Caswiyono Rusydie (PP. IPNU), Margaret Aliyatul (PP. IPPNU), Drs. H. Ahmad Heri, Husen, S.Ag (Alumni IPNU), PW. IPNU Jawa Timur dan PW. IPPNU Jawa Timur. (imf)

Pontianak-Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Barat dilantik menjadi Wakil Walikota Pontianak periode 2008-2013. Paryadi, begitu namanya, dilantik bersama Walikota terpilih, Sutarmidji, di Pontianak Convention Center (PCC), Senin (22/12) pagi tadi.

Pasangan Sutarmidji-Paryadi yang diusung PPP dan PKPI ini dilantik setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pontianak pada 25 Oktober 2008 lalu. Perolehan suara keduanya unggul di seluruh kecamatan, yakni 34,47 persen.

Sutarmidji-Paryadi mengalahkan 6 pasangan calon walikota dan wakil walikota lainnya. Perolehan suaranya disusul pasangan Gusti Hersan-Setiawan Lim pada urutan kedua, yakni 19,99 persen.

Paryadi mengucapkan selamat kepada masyarakat Kota Pontianak yang telah berhasil melaksanakan pilkada dengan baik. “Dengan kekuatan Allah dan partisipasi aktif semua warga Kota Pontianak, insya Allah amanat ini akan kami laksanakan sebaik-baiknya”, ujarnya seperti dilaporkan Kontributor NU Online, Ahmad Wari.

Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada kader-kader IPNU Kota Pontianak dan para senior yang begitu solid mendukungnya dalam Pilkada ini.

“Walaupun tidak secara formal IPNU mendukung, tapi semangat kader-kader IPNU sangat membanggakan, mereka begitu militan. Tugas saya terdekat adalah mempersiapkan Konferensi Wilayah IPNU untuk menjaga regenerasi kader,” imbuh Paryadi.

Mantan Ketua PW IPNU Kalbar, Suhut Usnata, menyambut baik pelantikan Paryadi. Ia menilainya sebagai bentuk tahapan akhir kaderisasi, yaitu distribusi kader.

Namun, ia mengingatkan agar kader-kader IPNU hendaknya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar sanggup bersaing dalam berbagai bidang lain yang semakin kompetitif. Bidang politik hanyalah salah satu bidang yang bisa dimasuki kader-kader IPNU dan masih banyak sektor kehidupan yang bisa digeluti. (rif)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.